Tentang Blog

Gereja Katolik mengajarkan bahwa iman dan akal budi bagaikan kedua sayap yang mengantarkan manusia kepada kebenaran, yaitu kebenaran yang sejati, Sang Allah itu sendiri (bdk. Ensiklik Fides et Ratio), oleh karena itu saya membuat blog yang berjudul Melampaui Psikologi : Psikologi Katolik dengan tujuan untuk memadukan teologi katolik dan ilmu psikologi.

Saya merupakan seorang mahasiswa yang sedang kuliah di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Selain mempelajari psikologi, saya juga memiliki minat yang besar terhadap teologi. Dan saya sudah lama memikirkan berbagai gagasan tentang bagaimana menyatukan ilmu psikologi dan teologi katolik, dan setelah saya semakin banyak membaca dan memikirkan hal tersebut, saya semakin yakin untuk membuat blog ini agar banyak hal yang saya pikirkan dapat tersimpan dengan baik, bahkan mungkin bisa membantu banyak orang dalam membuka perspektif mereka.

Tagline blog ini adalah “Jawaban Teologis Terhadap Persoalan Psikologis”; saya memilih hal tersebut karena berdasarkan pengalaman saya, saya merasa yakin bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dipecahkan dengan ilmu psikologi, dan disinilah teologi dapat berperan dalam memberikan jawaban.

Perlu saya tekankan bahwa saya bukanlah seorang psikolog, jadi ada banyak hal masih harus saya pelajari lebih dalam. Saya tidak akan dapat memecahkan persoalan secara langsung hanya dengan menulis di blog ini, namun saya yakin bahwa iman katolik dapat memberikan jawaban fundamental terhadap persoalan yang dialami manusia, dan disinilah peran saya : Untuk meneruskan apa yang telah saya terima berdasarkan harta karun iman katolik yang telah berusia sekitar 2000 tahun.

Paus Fransiskus berkata bahwa iman berarti melihat seperti Yesus melihat, setidaknya saya berharap agar upaya saya ini dapat membantu seseorang untuk melihat persoalan psikologis dengan kaca mata teologis, seperti Allah melihat, dan bukan seperti apa yang dilihat manusia.

Blog ini saya percayakan pada perlindungan St. Augustinus, yang terkenal dengan karyanya yang berjudul “Pengakuan-pengakuan”, serta St. Thomas Aquinas, yang memberikan kontribusi tentang antropologi katolik dalam karyanya yang berjudul Summa Theology. Keduanya merupakan doktor Gereja yang dapat dianggap memberikan kontribusi dalam bidang psikologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s